You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260616 WA0056
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

DPRD dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Ajakan itu disampaikan usai dirinya menjadi salah satu responden sensus.

"memastikan pembangunan berjalan presisi,"

Menurut Suhud, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Data yang akurat akan memastikan pembangunan berjalan lebih presisi dan sesuai kondisi riil masyarakat. Karena itu, penting bagi pejabat publik maupun pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026,” ujar Suhud, di kediamannya, Selasa (16/6).

Bupati Kepulauan Seribu Lepas 30 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Ia mengatakan, keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan informasi akan membantu pemerintah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Jakarta.

Selain itu, hasil sensus juga akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan dan anggaran pembangunan DKI Jakarta Tahun 2027.

“Data ini akan menjadi basis dalam menentukan arah kebijakan, desain pembangunan, hingga penyusunan anggaran ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengapresiasi partisipasi Ketua DPRD DKI dalam Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keterlibatan tokoh publik dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut menyukseskan pendataan.

“Semakin tinggi partisipasi masyarakat dan pelaku usaha, semakin baik pula kualitas data yang dihasilkan,” katanya.

Kadarmanto menjelaskan, Sensus Ekonomi memiliki peran strategis bagi Jakarta yang menyumbang sekitar 16 persen terhadap perekonomian nasional. Data yang terkumpul akan digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, memetakan daya saing usaha, serta mendukung visi Jakarta sebagai kota global.

Guna meningkatkan partisipasi pelaku usaha, BPS menjalankan program Ngisi Bareng (Ngibar) yang memungkinkan perusahaan melakukan pendataan secara mandiri melalui platform digital. Seluruh proses pendataan juga telah berbasis digital dan dapat dipantau secara real time.

Di sisi lain, Kepala BPS Jakarta Utara, Theresia Parwati menambahkan, pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Pemkot Jakarta Utara dalam pelaksanaan sensus, terutama untuk menjangkau pelaku usaha skala besar.

Selain pendataan lapangan, BPS Jakut juga memberikan perhatian pada perkembangan ekonomi digital. Sebab itu, BPS menggandeng komunitas Jakut Hub guna memetakan potensi ekonomi digital yang terus berkembang di wilayah tersebut.

“Jakarta Utara memiliki karakter ekonomi yang beragam. Kami ingin memastikan seluruh potensi ekonomi, termasuk ekonomi digital, dapat terdata dengan baik agar hasilnya bermanfaat bagi pembangunan wilayah,” tandas Theresia.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye3096 personAnita Karyati
  2. Wali Kota Jaksel Minta Jajaran Responsif Tangani Aduan Warga

    access_time06-07-2026 remove_red_eye1288 personTiyo Surya Sakti
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye1203 personFakhrizal Fakhri
  4. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye1048 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pramono Pastikan Dukung Penuh Sekolah Rakyat di Jakarta

    access_time03-07-2026 remove_red_eye864 personDessy Suciati